Goodbye Traumatic

11 Nov 2010

pengungsi_anak_korban_merapi_101103173206

Peristiwa ditanah air tak kunjung berhenti. Masih lekas dalam ingatan kita peristiwa bencana alam Gunung Merapi yang terjadi tanggal 26 Oktober 2010. Dan diperkirakan sampai sekarang peristiwa bencana tersebut masih terus berlangsung. Karena sampai saat ini masih suka terdengar berita bahwa Gunung Merapi masih mengeluarkan erupsi dan awan panas.

Tentu saja peristiwa itu membuat miris dan prihatin masyarakat Indonesia dan dunia luas pada umumnya. Dan yang sebenarnya paling harus diperhatikan adalah para korban peristiwa Gunung Merapi tersebut. Terutama anak anak, yang dimana mereka sudah mengalami yang namanya trauma dan pengalaman pahit harus terkena bencana alam besar seperti itu.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah Bagaimana cara menghilangkan trauma? Trauma teruatama pada anak-anak.

seorang_anak_tertidur_pulas_di_lokasi_pengungsian_merapi_1010292203501

Selain dihibur dan diberi nasehat anak-anak korban bencana, para kepala daerah penanganan trauma harus menyiapkan tips dan trik menarik untuk mereka. Misalnya :

1. Mengadakan lomba, yang membutuhkan imajinasi dan gerak tubuh dari anak anak tersebut.

2. Bernyanyi dan mengadakan berdoa bersama agar selalu diberi kekuatan.

3. Mewarnai gambar atau diberi tugas kerajinan yang bisa membuat pikiran mereka
tidak mengingat ingat apa yang sudah terjadi.

Ia juga menyatakan, kalau anak-anak korban bencana itu menjadi urusan pemerintah daerah bagi daerah yang terkena bencana. Sementara untuk daerah yang tidak terkena bencana, menyiapkan anggarannya. Jangan sampai anak anak ada pada situasi yang sendiri, kosong, sepi suasana, karena bisa membuat mereka menjadi melamun, bengong meratapi apa yang terjadi, dan tidak menutup kemungkinan mengingat kembali apa yang sudah mereka alami. Bisa saja mereka tiba tiba menjadi histeris sendiri, teriak arau menjerit. Apalagi mereka yang berpisah dari orang tuanya kehilangan tempat tinggal, semakin menjadi beban pikiran.

Selagi masih bisa membantu, berikan yang terbaik. Tidak hanya dukungan materi, sandang, atau pangan. Tapi dukungan moril yang bisa membantu menyembuhkan jiwa pikiran serta mental dari para korban khususnya anak anak.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post